Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jawa Timur, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
JATIMKU.COM, JAWA TIMUR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Jawa Timur pada Selasa pagi (27/1/2026). Peristiwa gempa tersebut terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 5,5 dengan pusat gempa berada di koordinat 8.14 Lintang Selatan dan 111.33 Bujur Timur. Lokasi pusat gempa tepatnya berada di 25 kilometer timur laut Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman mencapai 105 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa bumi tektonik dalam. Gempa jenis ini umumnya disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi. Dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer, energi gempa cenderung menyebar luas sehingga getaran dapat dirasakan di berbagai wilayah, meski tidak menimbulkan dampak kerusakan signifikan di sekitar pusat gempa.
Getaran gempa dilaporkan terasa di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Pacitan dan daerah sekitarnya. Beberapa warga mengaku sempat terkejut dan keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar setelah merasakan guncangan.
Menanggapi peristiwa tersebut, BMKG secara tegas memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini dikarenakan kedalaman pusat gempa yang cukup dalam serta karakteristik sumber gempa yang tidak memicu pergerakan dasar laut secara signifikan.
“Gempa bumi dengan magnitudo 5,5 dan kedalaman 105 kilometer ini tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan resmi BMKG.
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi bangunan tempat tinggal tetap aman, terutama bagi bangunan yang berada di wilayah rawan gempa. Pemeriksaan terhadap retakan atau kerusakan ringan dianjurkan untuk menghindari risiko lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih lanjut.