Figur Potensial Hadiri MSI di Auditorium MAKKATA Group
Table of Contents
Jatimku.com, Malang - MSI "Majelis Shodaqoh Ilmu" (27/1/2026) bertempat di auditorium MAKKATA Group RT.02/RW.02, Purworejo, Banjarejo, Kec. Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65154. MSI ini selenggarakan oleh "SINERGI LAZ" SAHDHU, LAZISKHU, MENARA, YASA, dan didukung penuh oleh MAKKATA Group. MSI menghadirkan 3 narasumber profesional: Abah Agus Budianto (owner MAKKATA Group), Prof. Drs. Ir. Adi Susilo, M.Si., Ph.D. (Kaprodi Teknik Geofisika UB) dan Dr. Drs. Mohamad Sinal, S.H., M.H., M.Pd. (dosen POLINEMA, sekaligus pembina-penasehat SAHDHU).
Hadir pula dari FORKOPIMCAM, KAN Jabung, GWN, KAJ, dan LAZ Malang Raya. MSI dimoderatori "Agus SAHDHU" dari Sahabat Dhuafa Indonesia dengan membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Zakat Indonesia, tilawah Al-Quran, dan pemaparan materi oleh ketiga narasumber.
Narasumber pertama "Abah Agus MAKKATA" mengupas tentang adaptif itu solusi. Beliau menegaskan bahwa MAKKATA Group bisa tumbuh dan berkembang hingga kini, salah satunya karena selalu adaptif. Adaptif itu peka, tanggap, dan fleksibel di berbagai momentum. Misal, saat ini jamannya AI, maka wajib Kita mengikutinya bahkan MAKKATA beli aplikasi AI itu 12 juta. Alhamdulillah dengan AI, team Kami dapat membuat 300 konten per hari dan hasilnya bagus. Hal ini sangat berdampak signifikan pada kinerja, dan operasional Kami. Alhamdulillah di tahun 2025 kemarin omset MAKKATA masih achievement sesuai harapan, tutur Agus MAKKATA.
Prof. Adi membahas tentang "Bumi dan Al-Qur'an", Beliau banyak menyampaikan tentang dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang berkaitan dengan alam. Tragedi Semeru dan bencana alam lainnya itu bisa bencana dan juga berkah "sunnahtulah". Beliau juga mengupas tentang teknik sumur bor, karena hampir semua LAZ mengangkat program sedekah jariyah sumur bor. Beliau menegaskan secara science sebaiknya dilakukan uji geolistrik dan sekarang Kami punya alat baru. Kami juga siap bersinergi jika dengan semua pihak untuk melakukan uji geolistrik dan free "shodaqoh dari Kami", tegas Prof. Adi.
Pemateri terakhir yang disampaikan oleh Dr. Sinal mengangkat tema "Integritas dan Kepatuhan Hukum: Pedoman Etis dalam Pengambilan Keputusan". Beliau menekankan pada semua pihak untuk mengikuti regulasi "KUHP" yang sudah ada, karena jika tidak maka akan babak-belur. Jika kasus sudah masuk ke pengadilan, maka menang jadi arang dan kalah jadi abu, tutur Dr. Sinal.