BPBD Kabupaten Malang Imbau Warga Waspada Longsor Susulan di Tiga Titik

Table of Contents



Kabupaten Malang, Jatimku.com
– Warga Kabupaten Malang yang tinggal di sekitar lokasi tanah longsor diminta tetap waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebut potensi longsor susulan masih cukup tinggi, mengingat intensitas hujan di wilayah Bumi Kanjuruhan masih berlangsung tinggi.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan salah satu titik longsor di Desa Wajak nyaris menyeret rumah warga karena posisi tebing berada tepat di belakang permukiman.

  “Longsor di titik ketiga, yakni di Desa Wajak, hampir menyeret rumah warga karena jarak antara              tebing dan bangunan sangat dekat. Beberapa bagian belakang rumah langsung berbatasan dengan            tebing yang sudah tergerus,” ujar Sadono.


Ia menegaskan, kondisi tersebut membuka peluang terjadinya longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Diketahui, tanah longsor terjadi di tiga titik pada Sabtu (3/1). Titik pertama berada di Dusun Slatri, Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Sementara dua titik lainnya berada di Desa Wajak, Kecamatan Wajak.


Pada Minggu (4/1), petugas BPBD bersama warga setempat bergotong royong membersihkan material longsor. Tebing yang runtuh juga ditutup sementara sebagai langkah antisipasi guna mencegah longsor lanjutan.

  “Ketiga kejadian longsor tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sejak pagi hari,” jelas        Sadono.


Longsor di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, terjadi sekitar pukul 15.35 WIB. Material longsoran menimbun separuh badan Jalan Provinsi Malang–Kediri sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Petugas memberlakukan sistem buka-tutup jalan selama proses evakuasi dan pembersihan berlangsung

.

Pembersihan dilakukan setelah hujan reda dan memakan waktu sekitar empat jam. Jalan baru bisa kembali dilalui normal pada pukul 21.40 WIB.


Sementara itu, longsor di Desa Wajak terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Salah satu titik longsor berada di Dusun Pakem Ledok dengan tebing setinggi kurang lebih enam meter. Material longsoran menutup akses jalan menuju sekitar 10 kepala keluarga (KK).


Akibatnya, warga terpaksa memutar melalui area persawahan dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer. Karena kondisi jalan lama dinilai tidak lagi layak digunakan, warga bersama petugas membuka jalur baru di lahan warga dengan jarak sekitar 40 meter dari titik longsor.


BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan longsor, serta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.