Bencana Pujon Meluas, Enam Desa Terdampak Longsor dan Banjir Luapan

Table of Contents

 


MALANG, JATIMKU.COM
– Penanggulangan bencana longsor dan banjir luapan di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang masih terus berlangsung hingga Jumat (23/1/2026). Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, jumlah desa terdampak bertambah menjadi enam desa.


Salah satu dampak terparah terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mabruk Quran, Desa Ngroto. Banjir luapan yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) mengakibatkan lingkungan sekolah terendam lumpur setinggi sekitar 50 sentimeter.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa hujan deras menyebabkan Sungai Baloh meluap akibat sumbatan sampah. Air meluap ke jalan dan membawa material lumpur masuk ke area sekolah.


“Material lumpur masuk ke lingkungan MI Mabruk Quran hingga setinggi kurang lebih 50 sentimeter,” ujar Sadono.


Selain menggenangi halaman sekolah, banjir juga merusak ruang kelas. Salah satu tembok kelas dilaporkan jebol dengan ukuran sekitar 2x2 meter. Gudang sekolah serta mobil inventaris turut terendam lumpur.


Peristiwa tersebut dilaporkan ke BPBD pada Kamis (22/1/2026). Personel gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pembersihan material lumpur dan saluran drainase di area sekolah.


Pada hari yang sama, BPBD juga menerima laporan longsor di Dusun Bunder, Desa Tawangsari. Longsor terjadi akibat hujan yang turun sejak Rabu hingga Kamis, dengan material longsor berupa tebing setinggi sekitar tujuh meter yang menutup sebagian akses jalan.


“Penanganan longsor dilakukan menggunakan alat berat ekskavator hingga akses jalan kembali normal,” jelas Sadono.


Bencana di Kecamatan Pujon ini merupakan rangkaian kejadian sejak Senin (19/1/2026). BPBD mencatat banjir luapan dan longsor terjadi di enam desa, yakni Desa Sukomulyo, Bendosari, Wiyurejo, Ngroto, Pujon Lor, dan Tawangsari.


Selain fasilitas pendidikan, sejumlah rumah warga, akses jalan, hingga kawasan wisata seperti kompleks Pemandian Dewi Sri juga terdampak. Hingga saat ini, proses penanganan dan pembersihan di beberapa titik masih terus dilakukan.