Atap Tiga Ruang Kelas SDN 4 Sukowilangun Ambruk, Bupati Malang Turun Tangan

Table of Contents

 

MALANG | JATIMKU – Bupati Malang HM. Sanusi bergerak cepat menangani ambruknya atap tiga ruang kelas di SD Negeri (SDN) 4 Sukowilangun, Kabupaten Malang, yang terjadi pada Minggu (11/1/2026). Sanusi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, langsung meninjau lokasi kejadian.


Sanusi menyebut, ambruknya atap ruang kelas tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah melengkung sejak September 2025, diperparah dengan intensitas hujan deras yang terjadi belakangan ini.

“Untuk penanganan dalam waktu dekat, saya telah memerintahkan Cipta Karya Kabupaten Malang          untuk menghitung kebutuhan perbaikannya terlebih dahulu,” ujar Sanusi, Kamis (15/1/2026).


Akibat kejadian tersebut, sebanyak 58 siswa dari kelas III, IV, dan V terpaksa harus mengungsi dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah warga sekitar sekolah. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik.


Sanusi menegaskan, Pemkab Malang akan segera melakukan penanganan terhadap kerusakan tersebut. Tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang akan diterjunkan untuk menghitung kebutuhan anggaran dan teknis pembangunan ulang atap ruang kelas.


Selain itu, Sanusi juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang untuk melakukan penanganan darurat terhadap dampak kejadian tersebut.

“Diharapkan langkah ini bisa segera ditindaklanjuti agar siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan        belajar mengajar secara normal,” tegasnya.


Lebih lanjut, Sanusi juga memerintahkan perangkat daerah terkait untuk melakukan pengecekan teknis terhadap bangunan sekolah lain yang dinilai rawan ambruk. Di antaranya TK Dharma Wanita 2, SDN Kaliasri 7, serta SMP PGRI 3 yang berada dalam satu kawasan sekolah satu atap di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare.


Di kawasan tersebut, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi ambruk jika cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang terus berlangsung.

“Kondisi ini tentu berpotensi mengganggu keselamatan peserta didik serta proses kegiatan belajar            mengajar. Karena itu, langkah cepat dan tepat harus dilakukan,” pungkas Sanusi.