Explore Tuban Bersama Local Guides, Merayakan 11 Tahun Local Guides Lewat Jejak Wisata, Aksesibilitas, dan Kebersamaan

Table of Contents

 


Jatimku.com, Tuban — Kegiatan Meet Up Local Guides dalam rangka mengikuti tantangan Global Wave: Celebrate 11 Years of Local Guides & 10 Years of Connect berlangsung hangat dan penuh makna pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Explore Tuban yang mempertemukan para local guides lintas daerah untuk belajar, berbagi, dan merayakan kebersamaan melalui wisata berbasis komunitas.

Rangkaian kegiatan ini diinisiasi secara global dan diikuti oleh para local guides Indonesia dengan mengusung beberapa konsep eksplorasi, mulai dari Accessibility Walk, Photo Walk, Geo Walk, hingga Food Crawl. Seluruh agenda dirangkai menjadi satu kesatuan perjalanan yang tidak hanya mengeksplorasi destinasi, tetapi juga menekankan nilai aksesibilitas, cerita lokal, dan interaksi antarkomunitas.


Perjalanan dimulai dari Masjid Namira dalam agenda Accessibility Walk yang menyoroti kemudahan akses fasilitas ibadah bagi semua kalangan. Salah satu masjid yang terletak di Lamongan ini cukup menarik bagi wisatawan. 

Rombongan kemudian bergerak menuju Air Terjun Nglirip untuk sesi Photo Walk, mengabadikan keindahan alam sekaligus membagikan narasi visual khas Tuban. Dengan HTM yang hanya 8k, para peserta dimanjakan dengan pemandangan keindahan Air Terjun Nglirip. 


Setelah itu, peserta melanjutkan Geo Walk di Pantai Remen, mengenal karakter geografis pesisir Tuban yang unik. Di sini tidak hanya menikmati pemandangan, tapi juga membuat foto dan konten. 

Rangkaian panjang tersebut akhirnya bermuara di Rest Area Abirama, sebuah rest area tepi pantai yang menjadi ruang rehat sekaligus ruang temu. Di tempat ini, para peserta memilih untuk beristirahat, menunaikan salat, mandi, dan melepas lelah setelah seharian beraktivitas. 


Suasana kebersamaan semakin terasa ketika pertemuan-pertemuan tak terduga terjadi. Beberapa peserta bertemu kembali dengan rekan lama, kerabat, hingga komunitas fotografi setempat. 

Menjelang sore, senja di ufuk laut menjadi penutup yang syahdu. Banyak momen berhasil diabadikan, menguatkan kesan bahwa perjalanan ini bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang proses dan kebersamaan. Para host yaitu Anisa AE, Doni Hariadi, Andhyka Dwi Hari Sakti, dan Isa Ikbalul Surur kemudian berkumpul untuk mendiskusikan agenda meet up selanjutnya, termasuk rencana kunjungan ke wilayah Pasuruan dan Kabupaten Malang.


"Kami berharap kebersamaan ini tidak hanya berada di wilayah Jawa Timur, tapi seluruh Indonesia bisa kami datangi," ujar Anisa AE, founder dari Malang Regency Local Guides. 

Perjalanan hari itu yang didukung penuh oleh Adhara Tour and Travel, AE Publishing, Sinaps, Cakra Invitation, serta Malang Regency Local Guides ini ditutup dengan melanjutkan agenda Accessibility Walk terakhir di Masjid KH. Ahmad Dahlan. Hingga pukul 11 malam. 


Kegiatan Explore Tuban bersama para Local Guides ini menjadi bukti bahwa pariwisata berbasis komunitas mampu menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna, yaitu memperlambat langkah, memperdalam makna perjalanan, dan mempererat silaturahmi. Sebuah perayaan sederhana, namun penuh nilai, dalam semangat berbagi kebaikan dari hati.