Lewat Teman Sejalan, Anak Muda Didorong Mengenali Diri dan Bangkit dari Kegagalan

Table of Contents

 


Malang — Generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa perlu dipersiapkan tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara mental, emosional, dan spiritual. Berangkat dari semangat tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA) Kota Malang berkolaborasi dengan Yayasan Lingkar Tunas Peradaban menggelar program bertajuk “Teman Sejalan” dengan tagline “Positive Inside, Taqwa Inside” dan tema “Real You Loading”.


Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di Hotel Trio, Kota Malang, sebagai upaya mengisi momentum libur Natal dan Tahun Baru dengan aktivitas yang positif, edukatif, dan membangun karakter anak-anak serta remaja.


Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari siswa-siswi jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Program Teman Sejalan dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus pendampingan bagi generasi muda agar mampu mengenali jati diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan nilai-nilai ketakwaan dan empati sosial.


Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Kota Malang, Igo Chaniago, yang hadir sebagai salah satu pemateri bersama lima narasumber lainnya, menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter anak. Ia menyampaikan materi tentang komunikasi efektif dalam keluarga, proses mengenal jati diri, serta cara bangkit dari kegagalan melalui pendekatan Teman Sejalan.

   “Anak-anak perlu ruang yang aman untuk mengenal dirinya, didengarkan, dan didampingi. Program         Teman Sejalan ini menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk mendukung tumbuh kembang mereka           secara sehat,” ujar Igo Chaniago.


Sementara itu, Rama Dianto, selaku Ketua Yayasan Lingkar Tunas Peradaban sekaligus Ketua Panitia kegiatan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara meskipun sempat menghadapi beberapa kendala teknis.

    “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi alternatif positif bagi anak-anak       dalam mengisi masa liburan sekolah,” ungkap Rama.


Ia menambahkan, melalui sinergi antara KOMNAS Perlindungan Anak dan Yayasan Lingkar Tunas Peradaban, peserta diharapkan mampu lebih mengenal potensi dirinya, memiliki lingkungan pertemanan yang sehat, mendapatkan ruang curhat yang tepat, serta mengembangkan empati terhadap sesama.

   “Harapannya, program ini dapat berkontribusi dalam menekan angka kekerasan terhadap anak di               Kota Malang, sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berakhlak,”                   pungkasnya.