Pesawat Lion Air Viral Lakukan Crab Landing di Kualanamu, Begini Penjelasannya
Jatimku.com – Sebuah video pendaratan dramatis pesawat Lion Air menjadi viral di media sosial setelah menunjukkan teknik crab landing saat angin kencang melanda Bandara Kualanamu, Medan. Video yang diunggah akun TikTok @naizarazmi91 itu memperlihatkan pesawat mendekati landasan dalam posisi miring sebelum akhirnya lurus dan mendarat dengan mulus.
Baca juga : Pesawat Haji Saudia Mendarat Darurat di Kualanamu karena Ancaman Bom
Pengunggah video mengaku baru pertama kali melihat manuver tersebut. “Baru pertama kali nih ngeliat crab landing,” tulisnya. Gerakan pesawat yang tampak seperti berjalan menyamping inilah yang membuat teknik ini disebut “crab”.
Crab landing merupakan teknik pendaratan yang digunakan pilot saat menghadapi crosswind atau angin samping yang cukup kuat. Tubuh pesawat akan sedikit miring melawan arah angin, namun jalur pendaratan tetap lurus mengikuti runway.
Dalam wawancara dengan detikcom, Capt Taufik Hidayat, Head of Training and Development Lion Group Training Center, menjelaskan bahwa angin dapat datang dari berbagai arah—depan, samping, hingga belakang. Jika angin samping masih berada dalam batas aman pesawat, pilot akan melakukan crab landing.
Baca juga : Penumpang Lion Air Kehilangan Perhiasan Emas di Bagasi, 4 Porter Bandara Makassar Ditangkap
Pada prosesnya, di ketinggian sekitar 50 kaki pesawat mulai meluruskan hidung sambil menurunkan body gear terlebih dahulu, kemudian nose gear. Teknik ini membuat pesawat tetap stabil meski angin berusaha mendorongnya keluar jalur.
Capt Taufik menegaskan bahwa teknik crab landing adalah bagian dari pelatihan dasar pilot.
"Pilot itu dilatih untuk skenario ini. Angin dari belakang, khususnya kanan atau kiri (crosswing). Jadi tak perlu khawatir, ujarnya.
Setiap pesawat juga memiliki batas kecepatan angin yang diatur oleh pabrikan dan peraturan penerbangan.
Dengan dukungan Air Traffic Controller dan informasi cuaca penerbangan sebelumnya, pilot dapat memutuskan apakah pendaratan aman dilakukan. Capt Taufik mengaku pernah beberapa kali melakukan crab landing, terutama di kondisi angin ekstrem seperti di Melbourne, Australia.