Apakah Susu UHT Aman untuk Balita? Simak Penjelasannya

Table of Contents


Jatimku.com - Banyak orang tua bertanya-tanya apakah susu UHT aman diberikan untuk anak balita. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi, termasuk susu UHT, aman dikonsumsi anak usia lebih dari 1 tahun, asalkan anak sudah terbiasa makan makanan padat dan tumbuh dengan baik. Hal ini karena sistem pencernaan balita di bawah 1 tahun belum sepenuhnya matang, dan ginjalnya belum siap menyaring protein serta mineral tinggi dari susu sapi.


Susu UHT dapat diperkenalkan lebih awal, mulai usia 6 bulan, namun hanya sebagai campuran dalam MPASI dan bukan sebagai minuman utama. Sebelum usia 1 tahun, ASI eksklusif atau susu formula tetap menjadi pilihan terbaik.


Potensi Risiko Susu UHT untuk Balita

Meskipun aman untuk anak di atas 1 tahun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Beban ginjal: Protein dan mineral tinggi dalam susu UHT bisa terlalu berat bagi ginjal bayi di bawah 1 tahun.
  2. Risiko anemia: Kandungan zat besi susu UHT lebih rendah dibanding ASI atau susu formula fortifikasi.
  3. Kehilangan vitamin sensitif panas: Proses UHT dapat mengurangi vitamin B12 dan tiamin, meski secara umum tetap memenuhi kebutuhan dasar.
  4. Kadar yodium rendah pada susu UHT organik: Kekurangan yodium dapat memengaruhi perkembangan otak anak.


Tips Aman Memberikan Susu UHT untuk Balita

1. Pilih full cream untuk anak di bawah 2 tahun agar mendukung pertumbuhan otak dan saraf.

2. Hindari susu dengan tambahan gula, pewarna, atau perasa buatan.

3. Jangan jadikan susu UHT pengganti ASI sebelum usia 1 tahun atau satu-satunya sumber cairan.

4. Pantau reaksi alergi seperti ruam, muntah, atau diare, dan hentikan jika muncul gejala.

5. Kombinasikan susu dengan makanan bergizi seimbang, terutama sumber zat besi dari daging, sayuran hijau, dan buah.


Dengan cara ini, susu UHT bisa menjadi tambahan nutrisi yang aman dan bermanfaat bagi pertumbuhan balita.