Kisah Tarman, Kakek yang Nikahi Gadis Muda dengan Mahar Rp 3 M: Dulu Pebisnis Samurai

Table of Contents


Jatimku, Pacitan - Warga Pacitan dan netizen dibuat heboh dengan pernikahan tak biasa antara Tarman (74) dan Shela Arika (24). Pernikahan yang digelar di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, pada Rabu malam (8/10/2025), viral setelah video akad nikah tersebar di media sosial. Penyebab utamanya adalah mahar fantastis yang disebutkan berupa seperangkat alat salat dan cek senilai 3 miliar.

Baca juga : Viral Ibu 63 Tahun Menikah dengan Pria 26 Tahun, Doa Haru Anak Jadi Sorotan

Namun, beredar kabar bahwa cek tersebut diduga kosong, hal itu menambah kontroversi di tengah sorotan publik. Kabar ini pun membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai latar belakang Tarman.

Dari penelusuran, diketahui bahwa Tarman pernah tinggal di Desa Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto, Tarman dikenal sebagai seorang pebisnis pedang atau samurai.

Dia disebutkan bahwa sebelum Tarman cerai dengan istrinya di desa itu pada 2021, Tarman dikenal berbisnis pedang. Setelah cerai, Tarman diketahui juga pernah dipenjara karena kasus yang berkaitan dengan samurai.

"Setelah cerai ada kasus samurai itu, sempat di penjara di Wonogiri. Setelah itu sudah menghilang," ungkap Paryanto, Jumat (10/10/2025).

Baca juga : Cinta Lokasi Berujung Pelaminan, Amanda Manopo dan Kenny Austin Resmi Jadi Suami Istri

Tarman disebut berasal dari Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, dan pernah bekerja sebagai sopir sebelum menekuni bisnis pedang. Setelah bebas dari penjara, ia sempat muncul kembali di desa, lalu dikabarkan pindah ke Pacitan.

Pernikahan Tarman dan Shela pun menjadi buah bibir warga. "Warga sampai bilang, 'Kok Rp 3 miliar? Apa samurainya sudah laku?'" ujar Paryanto menirukan candaan warga.

Kepala Desa Jeruk membenarkan pernikahan itu sah secara hukum dan agama. Namun ia mengaku tidak menyangka akan menjadi viral.

Kasus ini masih ramai dibahas netizen dan menjadi sorotan media, terutama karena perbedaan usia dan kejelasan soal keabsahan mahar miliaran tersebut.