Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas 2,5 Km dan 27 Guguran Lava
Jatimku.com, Sleman – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya 27 kali guguran lava pijar dan 1 kali awan panas guguran selama periode pengamatan Kamis, 2 Oktober 2025, pukul 00.00–24.00 WIB.
Baca juga : Gempa M6,5 Guncang Sumenep: 22 Bangunan Rusak, 3 Warga Terluka
Dalam laporan resminya, guguran lava teramati mengarah ke Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. Sementara itu, awan panas guguran tercatat mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur 2.500 meter.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) memiliki ketinggian 2.968 mdpl. Cuaca di sekitar puncak tercatat berawan hingga cerah dengan suhu udara 17,3–28,1 °C, kelembaban 66,9–100 %, dan tekanan udara 873,4–919,4 mmHg. Asap kawah berwarna putih teramati setinggi 50 meter dengan intensitas tebal.
Aktivitas Kegempaan
Selain awan panas, BPPTKG mencatat:
- 100 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–35 mm dan durasi 20–178 detik.
- 118 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–26 mm, durasi 9–70 detik.
- 1 kali gempa awan panas dengan amplitudo 59 mm dan durasi 241 detik.
Baca juga : Gempa M 5,3 Guncang Jawa Timur dan Bali, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Status Siaga Level III
Sejak 5 November 2020, Gunung Merapi masih berada di status Siaga (Level III). BPPTKG memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam zona bahaya, yakni:
- Sungai Boyong sejauh 5 km.
- Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km.
- Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.
Selain itu, warga diminta waspada potensi lahar dingin, abu vulkanik, serta lontaran material jika terjadi letusan eksplosif.
BPPTKG menegaskan, suplai magma masih berlangsung sehingga potensi awan panas guguran bisa terjadi sewaktu-waktu. Jika ada perubahan aktivitas signifikan, status Merapi akan segera dievaluasi kembali.