Tips Bertani dan Berkebun di Pekarangan Saat Musim Hujan
Jatimku.com, Surabaya – Musim hujan sebenarnya menjadi waktu yang sangat ideal untuk bertani atau berkebun di pekarangan rumah. Curah hujan yang cukup bisa membantu tanaman tumbuh subur tanpa harus sering disiram. Namun, bertani saat musim hujan juga memiliki tantangan tersendiri, seperti risiko tanaman terserang penyakit dan genangan air. Berikut beberapa tips agar aktivitas bertani atau berkebun di pekarangan tetap produktif dan menyenangkan selama musim hujan.
Baca juga : Mudah dan Menguntungkan, Ini Tips Bertani Skala Rumah untuk Pemula
1. Pilih Tanaman yang Tahan Hujan
Pastikan memilih tanaman yang tahan terhadap kondisi lembap dan curah hujan tinggi, seperti kangkung, bayam, sawi, dan daun bawang. Tanaman ini biasanya tumbuh subur saat musim hujan dan mudah dirawat.
2. Perhatikan Drainase Pekarangan
Pastikan pekarangan memiliki sistem drainase yang baik agar air hujan tidak menggenang. Genangan air dapat menyebabkan akar tanaman busuk dan meningkatkan risiko penyakit tanaman.
3. Gunakan Media Tanam yang Tepat
Gunakan campuran tanah yang gembur dan kaya nutrisi dengan tambahan kompos organik untuk menjaga kelembapan tanah tetap ideal tanpa menjadi tergenang air.
Baca juga : Rahasia Tanaman Subur: Gunakan Air Cucian Beras hingga Ampas Kopi
4. Lakukan Penyemprotan Pencegahan Penyakit
Musim hujan sering menyebabkan tanaman rentan terhadap jamur dan hama. Lakukan penyemprotan secara rutin dengan pestisida organik atau insektisida alami untuk mencegah serangan penyakit.
5. Rutin Memangkas Tanaman
Memangkas daun yang sudah tua atau terserang penyakit dapat membantu tanaman tetap sehat dan mencegah penyebaran hama.
6. Manfaatkan Air Hujan untuk Penyiraman
Selain manfaat langsung dari hujan, kamu juga bisa menampung air hujan untuk menyiram tanaman pada saat cuaca kering nanti. Cara ini lebih hemat dan ramah lingkungan.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kegiatan bertani dan berkebun di pekarangan saat musim hujan bisa berjalan lancar dan menghasilkan tanaman yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengisi waktu luang di rumah sambil menambah ketahanan pangan keluarga.
